Tentang Mengeluh

Sadari atau tidak, mengeluh sudah menjadi kebiasaan kita setiap hari. Dengan bentuk gerutu maupun caci maki. Baik yang terucap maupun yang tersimpan di hati. Entah karena macetnya jalanan pagi, kerjaan yang bertubi-tubi, keuangan yang tidak pasti, hingga kepastian hidup mau dibawa kemana nanti.

Lantas pernahkah kita bertanya, apakah boleh mengeluh terus seperti ini?

Sebenarnya boleh saja kita mengeluh, asalkan sesuai tempatnya. Ialah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, satu-satunya tempat kita mengeluh atas segala perkara. Karena Allah tahu kemauan kita, tapi Dia masih setia mendengarkan kapan saja.

Allah pasti datang, terutama di sepertiga terakhir malam. Untuk menerima setiap keluhan yang kamu tumpahkan. Allah pasti akan memberikan jawaban, tentu dengan cara-Nya yang di luar dugaan. Meskipun kita tidak tahu entah kapan, namun percayalah bahwa janji-Nya sungguh akan terwujudkan.

“Barangsiapa tertimpa kesusahan lalu mengeluh-ngeluhkannya kepada manusia maka kesusahannya tidak akan tertutupi dan barangsiapa tertimpa kesusahan lalu mengeluh-ngeluhkan kepada Allah, hampir saja Allah memberinya rizki, cepat atau lambat.”

(HR. Tirmidzi)

Sebenarnya boleh saja kita mengeluh, asalkan sesuai kadarnya. Tidak berlebihan hingga menjadikan waktu sia-sia. Padahal banyak hal bermanfaat yang bisa kita lakukan, daripada mengumbar keluhan di sosial media. Masih banyak yang harus kita syukuri atas pemberian-Nya, daripada mengeluhkan hal-hal yang belum kita terima.

Yang namanya hidup pasti ada ujiannya. Daripada mengeluh, coba manfaatkan waktu yang kita miliki dengan berkarya. Berusahalah sedikit lagi untuk menghadapinya. Ingatlah bahwa Allah tidak akan menurunkan ujian, kecuali sesuai dengan kemampuan hamba-Nya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. …”

(Al-Baqarah: 286)

Ibarat hujan dan pelangi. Allah tahu kita menginginkan datangnya pelangi, sehingga Dia turunkan hujan ke bumi. Allah tahu kita menginginkan kebahagiaan yang hakiki, sehingga datanglah ujian untuk melatih kesabaran diri. Allah mengetahui yang terbaik bagi kita, tugas kita hanya percaya dan bertakwa.

Pada akhirnya kita menyadari, memang sungguh indah semua rencana-Nya. Datang dengan cara yang tak terduga. Tiba di saat yang tak disangka. Cukuplah bagi kita untuk selalu yakin kepada-Nya. Semoga kita bisa melewati ini semua.

“… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah: 216)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *