Tentang Menahan

Puasa adalah tentang menahan.

Menahan diri dari makan dan minum. Karena tubuh juga perlu jeda. Sebagaimana malam adalah jeda untuk istirahat, di saat siang kita telah sibuk berusaha.

Maka dengan berpuasa, mengistirahatkan organ pencernaan yang sebelumnya telah non-stop bekerja. Sehingga tubuh kita maksimal untuk menjalani kehidupan di bulan-bulan selanjutnya.

Puasa adalah tentang menahan.

Menahan diri dari berkata yang membuat luka. Bisa jadi setiap kata yang tersampaikan, tanpa terasa membuat orang lain terluka. Baik kata-kata yang secara langsung diucapkan, maupun sebuah komentar di postingan orang.

Maka dengan berpuasa, sebisa mungkin kita menjaga jari agar tak melukai. Sebisa mungkin tak menanggapi, semua hal yang menarik hawa nafsu ini.

Puasa adalah tentang menahan.

Menahan diri dari godaan dunia. Karena pada sebelas bulan lainnya, kita terlalu disibukkan dengan hal-hal yang fana. Yaitu kesenangan dunia dan segala isinya.

Maka sekarang adalah saatnya bagi kita agar lebih menyadari, bahwa kehidupan yang sesungguhnya adalah kelak di akhirat nanti. Tabung amalan, sebisa mungkin selagi ada kesempatan.

Puasa adalah perisai, sehingga hakikatnya adalah menahan. Semoga kita semua berhasil menahan diri dari hawa nafsu yang terus menekan. Karena terhadap hawa nafsu, kita adalah majikan. Bukan suruhan.

“Puasa adalah perisai. Bila salah seorang dari kalian berada pada hari puasa, janganlah ia berbuat sia-sia dan janganlah ia banyak mendebat. Jika orang lain mencercanya atau memusuhinya, hendaknya ia berkata, ‘Aku sedang berpuasa’.”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)⁣
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *