Ramadan Terakhir

Sudah berapa banyak sedekah yang kita lakukan di bulan Ramadan?

Sudah berapa banyak ayat yang kita baca, tadabburi, dan renungkan dalam Al-Qur’an?

Sudah berapa kali komentar negatif, prasangka buruk, dan perbuatan tercela lainnya kita tinggalkan?

Mungkin kita merasa bahwa hingga hari ini kita belum maksimal dalam beribadah. Namun, janganlah berputus asa. Karena amalan ditentukan dengan akhirnya.

Maka, anggaplah ini sebagai Ramadan terakhir. Sehingga jangan sampai kita terlena. Jangan sampai menyia-nyiakan waktu terakhir yang berharga.

Di setiap Ramadan, kita tidak akan pernah tahu jumpa tidaknya. Maka, maksimalkan apa yang ada di depan kita. Mari kita perbaiki di hari-hari yang tersisa. Tingkatkan amalan dan ibadah kepada-Nya.

“Jika kuda pacu sudah mendekati garis finish, ia akan mengerahkan seluruh tenaganya untuk memenangkan lomba. Maka jangan sampai anda kalah cerdas dari kuda, karena sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupnya. Jika anda tidak menyambut Ramadhan dengan baik, paling tidak melepasnya dengan baik.”

(Ibnu Qayyim Al Jauziyah)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *