Peran Kita

Ramadan sudah berjalan beberapa hari, mungkin masih ada dari kita yang merasa sulit dan bersusah payah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pada kondisi seperti ini, hampir sebagian besar dari kita merasakan krisis eksistensi diri. Juga merasa rendah diri, karena tak ada yang bisa kita lakukan lagi.

Dalam pikiran kita bertanya-tanya, apa peran kita sebagai manusia tak berdaya? Wabah ini memuat kita menjadi tak bisa apa-apa. Kita bukan lagi siapa-siapa.

Di saat kawan-kawan kita yang lain masih bisa bersedekah di sana-sini, kita masih bimbang, bagaimana menghidupi diri. Karena baru saja dirumahkan oleh perusahaan yang menggaji kita selama ini.

Di saat yang lain bisa beribadah bersama keluarga, kita di sini masih sendiri. Menuntut ilmu di tempat perantuan. Tak bisa pulang, demi memutus rantai penyebaran.

Namun, jangan salah sangka. Nabi telah bersabda, bahwa peran kita sangatlah luar biasa.

“Sesungguhnya Allah SWT menolong umat ini melalui orang-orang lemahnya, yaitu dengan do’a-do’a mereka, dan sholat yang mereka tegakkan, dan keikhlasan mereka dalam amal ibadah.”

(HR. An-Nasa’i)

Inilah peran kita, banyak-banyaklah beribadah dan berdo’a. Mungkin kita tak punya jabatan maupun harta. Tapi kita masih punya Allah Yang Maha Pencipta. Inilah peran kita, sebagai tokoh kunci dalam turunnya pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala.

Bisa jadi dengan do’a kita, yang menyebabkan orang lain masih bisa bekerja. Bisa jadi dengan do’a kita, yang menyebabkan orang-orang bisa sembuh dari penyakitnya. Bisa jadi dengan do’a kita, Ramadan kali ini menjadi Ramadan yang paling bahagia.

Maka, manfaatkan bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya. Di saat kita tidak punya keahlian apa-apa, tapi kita masih bisa berdo’a. Kita masih bisa menolong umat Islam di dunia.

*terinspirasi dari kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri – Engkaulah Tokoh Kunci Dari Pertolongan Allah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *