Jeda Di Antara

Ada yang setiap paginya sibuk bekerja. Baik itu mencari nafkah untuk keluarganya, menabung demi cita-citanya, atau bahkan hanya untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya.

Ada yang setiap paginya belajar atau menuntut ilmu. Baik itu memperjuangkan suatu bangsa agar terus maju, meningkatkan kapasitas agar diri lebih bermutu, atau bahkan hanya untuk lulus sebelum dikejar oleh waktu.

Ada yang setiap paginya berusaha. Baik itu berusaha untuk lepas dari penderitaan, berusaha bangkit dari keterpurukan, hingga berusaha untuk maju agar lebih baik di hari ke depan.

Boleh saja kita jalani rutinitas setiap harinya. Tapi, ingatlah bahwa diri kita juga membutuhkan jeda. Untuk mengurai pikiran yang tak jelas kemana arahnya. Untuk menenangkan hati yang sedang sibuk dengan segala masalahnya.

Yang terus berputar, biarlah dunia saja. Sedangkan kita, hanya seorang manusia biasa. Yang membutuhkan jeda di antara segala kesibukannya. Sebagaimana duduk, yang merupakan jeda di antara dua sujud. Sebagaimana waqaf, yang merupakan jeda di antara dua ayat.

Semoga kita semua diberi kesempatan untuk memberi jeda pada diri sendiri. Semoga dengan jeda ini membuat kita mengingat kembali, bahwa kita tidak bisa apa-apa tanpa kuasa Illahi Rabbi.

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

(QS. Al-Furqan : 47)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *