Harapan dan Jalannya

Kita mempunyai harapan, agar termotivasi untuk lebih baik pada hari-hari ke depan. Namun, setiap yang kita harapkan seharusnya sesuai dengan usaha yang dijalankan. Karena pasti akan ada usaha yang pantas untuk setiap harapan yang terwujudkan.

Misalnya, kita pasti berharap mendapat kondisi yang terbaik serta husnul khotimah ketika kematian datang. Maka, seharusnya kita juga berusaha untuk memperbanyak amal kebaikan. Karena perbuatan dan kebiasaan yang kita lakukan mendefinisikan kehidupan dan kematian seseorang.

Ialah harapan terbaik untuk menjemput kematian dengan sebaik-baik keadaan. Karena setelah kita mati, maka tidak ada lagi ampunan. Karena setelah kita mati, maka putuslah amalan-amalan. Karena bagaimana kita mati, menentukan kehidupan kita di akhirat yang akan datang.

Semoga kita semua bisa mengusahakan yang terbaik sebelum datangnya kematian. Semoga kita semua bisa meninggalkan dunia ini dengan sebaik-baik keadaan. Yaitu, ketika hati kita senantiasa diliputi dengan keimanan dan ketakwaan.

Kemegahan dan kekayaan tidak melindungimu dari kematian. Meskipun kamu membentengi diri dengan benteng dan tentara. Panah kematian selalu mengenai sasarannya. Baik orang yang berbaju besi maupun yang menggunakan tameng. Engkau mengharapkan keselamatan, namun tak engkau tempuh jalannya. Sesungguhnya perahu tidak dapat berlayar di atas tempat yang kering.

(Abu Al-‘Atahiyah)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *