Lakukanlah Sholat Tahajud

Dan pada sebahagian malam hari lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Isra’ : 79)

Ialah sholat Tahajud dimana keutamaannya mendekati sholat lima waktu. Dilakukan di sepertiga malam dengan syahdu. Ketika yang lain terlelap, kita justru bangun untuk memohon dan mengadu. Kepada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Tahu. Karena hanya di saat ini Allah turun dan mengabulkan do’a. Di saat ini pula Allah mengampuni siapa yang meminta.

 

Doa Malam Lailatul Qadar

Dari Sayyidah Aisyah r.a., berkata : “Aku bertanya, “Ya Rasulullah! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah :

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi)

Maka jangan sia-siakan malam-malam terakhir di bulan Ramadhan. Perbanyak amal ibadah dan kebaikan. Teruslah membaca dan merenungi Al-Qur’an. Serta iktikaf jangan sampai ketinggalan. Semoga kita semua mendapat ampunan di malam yang penuh kemuliaan.

 

Antara Syukur dengan Rasa

Rasa adalah tanggapan hati akan segala peristiwa. Rasa bahagia jika kita menerima segala kebaikan yang ada. Rasa cinta membuat hidup lebih berwarna karena ada yang terkasih di sekitar kita. Namun, rasa yang lebih baik dari itu semua adalah rasa syukur.

Syukur adalah sebuah rasa. Tidak seperti bahagia yang membuat hati kita berbunga-bunga. Tidak seperti cinta yang membuat hati kita berdegup gembira. Namun, rasa syukurlah yang membuat kita bahagia dan merasakan cinta.

Ialah syukur, sebuah rasa yang membuat hati kita selalu merasa tenang. Yang membuat hati ini merasa lega akan segalanya. Karena ini adalah tentang kecukupan. Selalu merasa cukup dengan nikmat yang Allah berikan. Selalu merasa puas dengan perolehan kebaikan-kebaikan yang terjadi pada diri. Sehingga kebahagiaan terus menyertai. Membuat kita terus memuji. Terus mengingati. Dan terus mengunakan nikmat itu di jalan yang Allah ridhai.

Tidak seperti kufur, yaitu lawannya syukur. Yang berarti menutup diri dari segala kemungkinan bahwa nikmat itu Allah yang memberikan. Sehingga selalu merasa kurang dan hati menjadi tidak tenang. Kesehariannya hanya dipenuhi keluhan. Adakah diri kita merasa demikian? Semoga kita selalu dihindarkan.

Ialah syukur, sebuah rasa tentang pengakuan. Pengakuan bahwa segala nikmat yang ada adalah sebuah pemberian. Bukan semata-mata muncul karena kebetulan. Melainkan itu semua dari Allah SWT Yang Maha Mengayakan. Sehingga membuat kita merasakan cinta. Kepada yang memberikan segalanya kepada kita. Dibuktikan dengan ketaatan kita kepada-Nya.

Maka, bersyukurlah jika kita masih memiliki rasa syukur. Yaitu  rasa syukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Karena rasa syukur itu sendiri adalah sebuah nikmat yang Allah turunkan. Karena syukur itu sendiri adalah sebuah rasa yang Allah ilhamkan. Semoga kita semua senantiasa diberi ilham untuk tetap mensyukuri nikmat yang Allah anugerahkan.

Doa Bersyukur

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي  أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ  وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. – (QS. An-Naml : 19)

 

Doa Keteguhan Hati

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” – (QS. Ali ‘Imran : 8)

Manusia tempatnya salah dan dosa. Sedangkan hati rapuh sifatnya dan prasangka isinya. Sehingga hanya kepada Allah-lah tempat bersandar kita. Karena dia yang menciptakan kita, manusia. Karena dia yang membolak-balikkan hati kita. Maka jangalah berputus asa dengan rahmatnya. Segeralah minta ampun atas segala dosa. Mintalah pula kepada-Nya agar senantiasa memiliki hati yang setia. Setia kepada kebenaran dan ajaran-Nya. Dan idak kembali lagi kepada dosa setelah diberi hidayah oleh-Nya. Karena Allah SWT Maha Pemberi Karunia.

 

Doa Kesabaran dan Pertolongan

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْراً وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الكَافِرِينَ

“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.“ (QS. Al-Baqarah : 250)

Ialah doa yang dapat mengubah segalanya. Ialah doa sekecil-kecilnya usaha kita, namun efeknya sangat bermakna. Disaat saudara kita berada di garis depan untuk membela. Disaat saudara-saudara kita sedang terluka, berjuang untuk haknya. Yang sesungguhnya juga hak umat muslim sedunia. Itulah Baitul Maqdis / Al-Quds / Yerusalem ibukota dari Palestina.

Maka, perbanyaklah doa untuk yang sedang berjuang di Palestina. Berdoalah untuk memohon kesabaran dan pertolongan bagi yang sedang berjuang di garis depan.

 

Antara Hati dengan Doa

Seringkali kita memendam dalam hati. Ada banyak sekali. Kekaguman, kekecewaan, rasa suka, rasa benci yang tiada tara, dan lain sebagainya. Sehingga terkadang kita sulit mengaturnya. Sesekali hati kita merasa suka, nyaman jika bersama. Namun, sesekali muncul rasa benci bahkan walaupun hanya melintas di pikiran kita.

Itulah hati. Berbolak – balik sifatnya, kadang tak menentu arahnya. Ketika suatu saat, hati ini teguh terasa. Tapi, ketika diberi godaan sedikit goyah seketika. Hingga berharap hati kita punya saklar perasa. Agar hati ini berkehendak semau kita. Tentu saja, mustahil kan ya?

Maka, ingatlah bahwa hati ini ada yang menciptakan. Dia-lah Yang Maha Mengetahui dalam berbagai keadaan, termasuk dalam hati kita sekalian. Karena Dia paham, bahwa kita tidak bisa menguasai apa yang ada di permukaan diri hingga di hati yang paling dalam. Sudah sepatutnya, kepada-Nya lah kita bersandarkan. Kepada-Nya lah kita kembalikan, segala apa yang kita pendam.

Karena jika kita memendam sendiri, bisa jadi suatu saat rasa itu pergi. Karena jika kita memendam sendiri, tak ada hal yang pasti. Namun, jika kita sampaikan dalam do’a, Dia lah tahu apa yang terbaik untuk kita. Karena kita sampaikan dalam do’a, itu yang akan tercatat di langit selamanya.

Jangan simpan seseorang dalam hati, karena hati itu berbolak-balik sifatnya. Simpanlah seseorang itu dalam do’a, karena do’a itu tercatat di langit selamanya. – Ustadz Haron Din