Bersikap Terhadap Wabah

Kita semua tahu, bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Ada sebuah wabah yang sedang mengancam kita semua. Jangan sampai kita menganggap remeh hingga membuat kita terlena.

Pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kebijakan. Orang-orang mulai membeli banyak bahan makanan dan obat-obatan. Berbagai kegiatan atau pertemuan mulai dibatalkan.

Namun, ada hal yang tak boleh kita lupa. Ialah Allah Sang Maha Pencipta. Yang menciptakan wabah dan juga yang memusnahkannya. Maka terhadap wabah, ada beberapa sikap yang harus kita lakukan sebagai hamba-Nya.

Ialah yang pertama, berusaha sebisa kita untuk mencegah penularan. Mulai dari menjaga kesehatan, rajin mencuci tangan, serta menghindari keramaian. Seperti yang pernah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan.

“Apabila kalian mendengar tentangnya (wabah penyakit) di sebuah tempat, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, dan bila kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar daripadanya sebagai bentuk lari daripadanya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Berusaha menghindari wabah, bukanlah berarti menghindari takdir-Nya. Tetapi, adalah salah satu cara berpindah dari takdir Allah yang satu ke takdir lainnya. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Sayyidina Umar bin Khattab ketika menghadapi wabah di zaman kekhalifahannya.

Abu Ubaidah bertanya, “Apakah kamu akan lari dari takdir Allah, wahai Umar?” Umar bin Khattab menjawab, “Benar, ini lari atau berpaling dari takdir Allah ke takdir Allah yang lain. Tidakkah engkau melihat, seandainya saja engkau memiliki unta dan lewat di suatu lembah dan menemukan dua tempat untamu; yang pertama subur dan yang kedua gersang. Bukankah ketika engkau memelihara unta itu di tempat yang subur, berarti itu adalah takdir Allah. Demikian juga apabila engkau memeliharanya di tempat yang gersang, apakah itu juga takdir Allah?

Berusaha untuk menghindari penyakit, bukan berarti kita takut mati atau kita terlalu cinta dunia. Tetapi, ini adalah tanda bahwa kita manusia yang mempunyai akal dan pikiran untuk berusaha. Ini adalah tanda bahwa kita umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang mengikuti tuntunannya. Sebagaimana Nabi pernah bersabda, “Ikatlah dulu untamu, lalu bertawakallah.” (HR. Tirmidzi)

Yang kedua, berdo’a meminta perlindungan-Nya. Karena sesuatu di dunia ini terjadi atas kehendak-Nya. Karena Allah-lah Yang Mahakuasa atas segalanya. Maka, kita bisa melafalkan do’a-do’a yang pernah dicontohkan Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wasallam.

Do’a Berlindung dari Hilangnya Kenikmatan

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Alloohumma innii a’uudzu bika min zawaali ni’matik, wa tahawwuli ‘aafiyatik, wa fujaa’ati niqmatik, wa jamii’i sakhothik.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.

(HR. Muslim)

Do’a Berlindung dari Penyakit

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ
Allaahumma innii’auudzu bika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa sayyi il asqoom

“Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra dan keburukan segala macam penyakit.”

(HR. Abu Daud)

Lalu rutinkan dzikir pagi dan petang pula. Karena ada do’a untuk meminta perlindungan di dalamnya.

Do’a Berlindung (Dzikir Pagi dan Petang)

بِسمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهَ شَيءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَمَاءِ وَهُوَ السَمِيعُ العَلِيم

Dengan nama Allah yang tidak membahayakan dengan namaNya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, dan Ia lah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Yang terakhir, bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Setelah kita semaksimal mungkin berusaha, maka serahkan sisanya kepada-Nya. Percayalah bahwa Allah akan memberi yang terbaik kepada kita.

” … Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. …”

(QS. At-Talaq: 3)

Pada akhirnya, semoga kita semua diberi kekuatan dan perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Semoga diberi kesabaran dan kesembuhan, kepada siapa saja yang sedang menderita.

 

2 thoughts on “Bersikap Terhadap Wabah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *