Antara Hujan dengan Ujian

Ialah hujan, salah satu rahmat Allah dari sekian banyak kenikmatan. Salah satu rahmat Allah yang menjadi sumber kehidupan. Menyuburkan tanaman serta sebagai turunnya harapan bagi makhluk-Nya yang kekeringan.

Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

(QS. Asy-Syuura : 28)

Ialah hujan perumpaan bagi sebuah ujian. Ibarat hujan yang turun dalam sebuah perjalanan, maka kita harus terus melewatinya agar sampai pada tujuan. Berbekal pelindung hujan dan percaya bahwa suatu saat hujan akan berhenti, walaupun entah kapan.

Begitu pula dengan ujian. Jika ada reda di setiap hujan, maka ada pula akhir di setiap ujian. Tinggal bagaimana diri kita menyiapkan perbekalan. Yang pasti harus dengan memperbanyak sabar dan menguatkan iman. Sehingga bagaimanapun ujiannya, kita percaya bahwa akan ada akhir baik yang Allah berikan.

Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan bala’ untuk mereka. Barangsiapa yang ridha, maka ia akan meraih ridha Allah. Barangsiapa siapa yang marah pada Allah, maka Allah pun marah padanya.

(HR. Ibnu Majah no. 4031)

Ialah hujan pula, yang menjadi ujian itu sendiri bagi kita. Bisa mengubah nikmat menjadi musibah. Salah satunya disebabkan oleh rusaknya alam pada pegunungan, bukit, dan sawah. Serta semakin banyaknya gedung, rumah, hingga villa yang mewah. Akibatnya kurangnya pohon yang menguatkan tanah dan sulitnya air yang meresap hingga bawah.

Sudah saatnya kita sadar akan lingkungan yang Allah berikan. Mulailah dari tidak membuang sampah sembarangan, hingga bersama-sama melestarikan hutan. Bonusnya, kita juga bisa sambil menabung amalan untuk di alam kehidupan yang akan datang.

“Muslim mana saja yang menanam sebuah pohon lalu ada orang atau hewan yang memakan dari pohon tersebut, niscaya akan dituliskan baginya sebagai pahala sedekah.”

(HR. Bukhari)

Maka mau hujan yang manapun, semuanya ada hikmahnya. Sehingga jangan lagi kita mencela maupun berkata buruk tentangnya. Karena hujan adalah rahmat dari Ar-Rahman. Karena pada hujan, ada pelajaran tentang sebuah kepercayaan. Karena dengan hujan, kita menjadi lebih menghargai lingkungan.

Semoga kita bisa lebih menghargai dan mengambil hikmah dari setiap hujan yang Allah berikan. Semoga kita semua dikuatkan dalam setiap ujian. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dengan setiap ujian yang datang.

“Wahai anakku, ketahuilah bahwa emas dan perak diuji keampuhannya dengan api sedangkan seorang mukmin diuji dengan ditimpakan musibah.”

(Luqman Al-Hakim)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *